Politik

Menko Polhukam Minta Tindak Tegas Demonstran yang Merusak

contributor | Senin, 17 Juni 2013 - 07:29:50 WIB | dibaca: 340 pembaca

Jakarta - Menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sejumlah elemen masyarakat akan melakukan unjuk rasa di beberapa daerah. Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta aparat keamanan bisa bertindak tegas terhadap demonstran yang merusak dalam melakukan aksinya.

"Aparat keamanan harus bertindak tegas terhadap siapapun yang bertindak anarkis dan merusak," kata Djoko dalam pesan singkatnya, Minggu (16/6/213).

Ia juga berharap, seluruh demonstrasi bisa dilakukan dengan tertib dan aman. Setiap demonstran harus mau patuh terhadap aturan yang ada.

Kepolisian Daerah Metro Jaya bakal menurunkan sejumlah pasukan untuk mengamankan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gejolak terkait kenaikan harga.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, sedikitnya ada 270 SPBU yang terdapat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Setiap SPBU bisa dijaga 2-5 petugas.

Berikut data sejumlah elemen yang hendak melakukan unjuk rasa.

Pukul 08.00 WIB, Aliansi Serikat Buruh dan Srikat Pekerja Tangerang Raya serta KSPSI akan melakukan unjuk rasa di Pintu Tol Kebon Nanas, Tangerang dan Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Peserta demo yang berjumlah sekitar 1.000 orang itu mengangkat isu penolakan kenaikan BBM.

Selanjutnya, pukul 09.00 WIB, unjuk rasa dari elemen Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di Gedung DPR, Kementerian BUMN dan Istana Negara dengan peserta demo sekitar 300 orang. Tolak kenaikan BBM dan mendesak Panja Ketenagakerjaan penghapusan sistem kerja outsourcing di perusahaan BUMN, menjadi topik demo massa tersebut.

Pukul 10.00 WIB, demo dari massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berjumlah 2 ribu orang, akan digelar di kantor Direktorat Jender Pajak Jakarta Selatan dan depan gedung DPR.

Pukul 10.00 WIB, di Disnakertrans DKI Jakarta , Balaikota DKI Jakarta dan gedung DPR, unjuk rasa oleh 500 orang anggota Forum Buruh DKI Jakarta, menolak kenaikan BBM dan meminta Kadisnaker untuk komitmen memperjuangkan upah yang layak.

300-500 orang dari massa KSBSI akan berunjuk rasa di depan gedung DPR, pada pukul 12.00 WIB dengan mengusung tema menolak kenaikan harga BBM.

Pukul 09.00 WIB, di PT Inti Polymetal Kawasan Industri Pulogadung Jaktim, unras oleh FSPMI dan Karyawan PT Inti Polymetal 1000 orang, meminta dipekerjakan kembali 24 org karyawan PT Inti Polymetal yang dipecat.

Terakhir, pukul 13.00 WIB, demo di Kantor Kementrian Perhubungan Jakpus dari massa Koalisi Rakyat Untuk Indonesia sekitar 150 orang.










Komentar Via Website : 1
kata kata sakit hati terdalam
02 Juni 2014 - 10:37:22 WIB
sangat setuju sekali
http://cinta009.blogspot.com/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)